Jenis-Jenis Bahan Kulit

Jenis-Jenis Bahan Kulit
Semua orang tertarik untuk melacak product yang mempunyai bahan kulit (kecuali anda adalah pelindung satwa layaknya group PETA). Namun tetap belum banyak orang yang memahami tentang apa bahan kulit itu sendiri. Dengan kemajuan teknologi, kulit yang dulunya adalah semurni-murninya dari hewani, sekarang udah berkembang dengan pengolahan hingga seleksi bahan kulit mana yang sanggup dioptimalkan cocok dengan tujuan dan kebutuhannya. Tulisan ini akan ditulis berdasarkan sumber-sumber yang dibaca dan pengalaman teristimewa Penulis sendiri.

Pada dasarnya, kulit hewan yang biasa digunakan terhadap produk-produk tersedia 4 macam (sejauh ini), yaitu: leather accessories

Kulit sapi (Cowhide Leather / CH Leather)
Kulit domba (Lambskin Leather / Sheepskin)
Kulit kambing (Goatskin Leather)
Kulit babi (Pigskin Leather)
Sebetulnya tetap tersedia banyak bahan kulit bersumber dari beragam type hewan layaknya sapi muda (calfskin), buaya (crocodileskin), hingga ular (snakeskin). Namun akan dibahas bahan kulit yang umum digunakan.

Berikut perbandingan 4 kulit tersebut di atas dengan aspek kekuatan, kelenturan, berat, tingkat kehangatan, dan kelembutan:

Sapi (Cowhide) Domba (Lamb) Kambing (Goat) Babi (Pigskin)
Kekuatan 5/5 3.5/5 4/5 4/5
Kelenturan 1/5 3.5/5 3/5 3.5/5
Berat 5/5 3/5 4/5 3/5
Tingkat kehangatan 5/5 3/5 4/5 3/5
Kelembutan 2/5 5/5 3/5 4/5
Kulit sapi (Cowhide leather / CH Leather) leather phone case

Kulit sapi kondang dengan kekuatan, ketahanannya, kekuatannya, dan kekokohannya. Biasanya type bahan kulit ini digunakan untuk membawa dampak dompet, sabuk, sepatu, dan jaket. Bahan kulit sapi ini kondang termasuk sebab tingkat kehangatannya. Bahan kulit sapi diseleksi berdasarkan mutu yang berbeda, merasa dari keadaan kulit aslinya dan warnanya.

Kulit domba (Lambskin Leather)

Kulit domba ini kerap digunakan sebab kelembutannya dan ringannya. Kulit ini termasuk lebih lentur dibandingkan kulit sapi yang keras. Kulit domba ini umumnya lebih dipilih peranan bahan product perempuan dibandingkan laki-laki. Namun sebab kelembutan tersebut, kulit domba lebih enteng rusak sekiranya berbenturan dengan benda tajam dan enteng pudar seiring waktu, dan juga ada masalah digunakan untuk membawa dampak product didalam ukuran besar layaknya jaket. Kalaupun ada, harganya sudah pasti amat mahal.

Kulit kambing (Goatskin Leather)

Adanya komponen lanolin terhadap kulit kambing membawa dampak kelembutan kulit kambing mendekati tingkat kelembutan kulit domba, apalagi lebih kuat dan tahan lama dibanding kulit domba. Namun keringanannya dan kelenturannya tetap kalah dibandingkan kulit domba.

Kulit babi (Pigskin Leather)

Kulit babi kondang sebab kelembutannya yang nyaris menyamai kulit domba. Namun kulit babi lebih tahan lama sebab enteng menyerap udara dan air dan juga lebih lentur dibandingkan kulit kambing.

Sehubungan kulit sapi yang lebih terkenal, akan dibahas macam-macam kulit sapi yang udah dikembangkan.

Pada dasarnya, kulit sapi terbagi atas struktur sebagai tersebut (dari paling luar hingga ke dalam):

a. Serat Penuh (Full grain) / Epidermis

b. Corium / Dermi (Bisa jadi Top Grain atau Genuine Leather)

c. Daging

Struktur kulit sanggup dicermati terhadap bagan berikut:
1. Full Grain

Kulit dengan serat penuh tanpa tersedia penghalusan atau pewarnaan kulit. Secara umum disebut kulit berserat (grain leather), sama dengan top grain leather, meskipun full grain leather senantiasa lebih baik.

2. Top Grain

Kulit yang seratnya diperbaiki atau dihaluskan supaya terlihat indah. Secara umum disebut kulit berserat (grain leather), sama dengan full grain leather, meskipun full grain leather senantiasa lebih baik.

a. aniline

Diproses dengan manfaatkan cairan pewarna untuk menjaga tekstur alami dan tidak diberikan pigmen tambahan maupun susunan pelindung. Ini yang membawa dampak kulit keluar amat natural tetapi amat rentan terhadap goresan. Warna kulit kadang beralih dan seringkali memudar. Kulit anilin ini dikenal dengan makna nappa alami atau natural nappa. Kulit type anilin termasuk amat rentan terhadap sinar matahari dan air.

b. semi-aniline
c. protected

Mempunyai susunan tambahan yang disemprotkan sebagai pelindung kulit. Setelah lewat proses koreksi, tekstur kulit tidak akan merasa layaknya aslinya sebab udah terkontaminasi product pelindung dan proses pengembosan. Merupakan kulit proses yang paling tidak mahal supaya tidak mutu kulit sanggup dikatakan sebagai yang paling rendah. Namun berlebihan proses kulit sepert ini adalah tahan panas sinar matahari dan basahnya air.

3. Split Leather

Kulit type split ini adalah lapis kedua atau di bawah top grain dan full grain. Kulit ini lebih lemah atau lebih rentan dibandingkan grain leather. Banyak pengrajin kulit manfaatkan bahan ini sebab tidak mahal dan membawa dampak terlihat layaknya grain leather dengan mewarnai baik itu dengan pigmen atau dye. Cara membedakannya adalah dengan memandang fiber atau seratnya.

Tapi kulit type ini tidak amat kuat dan tahan lama. Orang biasa menyebutnya Finished Split. Produk yang banyak manfaatkan kulit type ini adalah kantong untuk peralatan besi, moccasin, pabrik Suede.

Leave a Comment